BAB I
RENCANA PENELITAN
A. Latar Belakang
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada setiap orang sepajang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan pada tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilannya.
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pengirim pesan (guru), kompunen penerima pesan (siswa), dan kompunen pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pembelajaran. Kadang-kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Artinya materi pembelajaran atau pesan yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh siswa dengan optimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa, lebih parah lagi siswa sebagai penerima pesan menangkap isi pesan yang disampaikan. Untuk menghidari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajaran dengan memamfaatkan berbagai media dan sumber belajar.
Apabila proses belajar itu diserahkan secara formal di sekolah-sekolah,tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Interaksi yang terjadi selam proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya.
Lingkungan yang mempengaruhi tersebut dapat berupa individu, bahan pelajaran, dan sumber fasilitas belajar. Individu yang dapat mempengaruhi antara lain terdiri atas guru, murid petugas perpustakaan, dan kepala sekolah. Adapun bahan atau materi pembelajaran dapat berupa buku, modul, selebaran, majalah rekaman video atau audio, dan yang sejenisnya. Sementara itu, sumber belajar dan fasilitas dapat berupa overhead projector, perekam pita audio dan video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat sumber belajar, dan lain-lain.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaruan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Kemajuan ini menurut Wina Sanjaya (2006: 160),"sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran". Lebih jauh Wina Sanjaya (2006: 160) menyatakan , "Dengan menggunakan sumber belajar bukan saja dapat mempermudah dan mengefektiflcan proses pembelajaran, akan tetapi juga biasa membuat proses pembelajaran, akan tetapi bias juga membuat proses pembelajaran lebih menarik". Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan (Azhar Arsyad, 2005:2).
Penggunaan sumber belajar selain diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran, juga diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Namun demikian, seringkali dalam pelaksanaannya, harapan-harapan ini tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di Iapangan. Hal ini terlihat pada saat peneliti melaksanakan pra-penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak Kelas VII. Dalam proses pembelajaran Sejarah peneliti melihat guru telah melakukan berbagai upaya untuk menggunakan berbagai sumber belajar sumber belajar yang ada, namun demikian motivasi belajar belajar peserta didik cenderung kurang. Hal ini memunculkan pertanyaan di dalam hati penelitian yang bersifat ilmiah.
B. Masalah dan Sub Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana pengaruh pemamfaatan sumber belajar terhadap motivasi belajar pendidikan Sejarah Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak?" Untuk tidak memperluas permasalahan, maka masalah tersebut dibatasi dengan beberapa sub masalah. Yakni:
1. Bagaimana pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran PPKn Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak?
2. Bagaimanakah motivasi belajar PPKn Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak?
3. Apakah terdapat pengaruh pemamfaatan sumber belajar terhadap motivasi belajar PPKn Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas serta objektif mengenai pengaruh pemanfaatan Sumber belajar terhadap motivasi belajar Sejarah Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak. Sedangkan secara khusus, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
1. Pemamfaatan sumber belajar dalam pembelajaran PPKn Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak.
2. Motivasi belajar PPKn Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak.
3. Apakah terdapat pengaruh pemamfaatan sumber belajar terhadap motivasi belajar PPKn Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Pontianak
D. Mamfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan mamfaat antara lain:
1. Manfaat Teoritis
a. Sebagai bahan masukan bagi Dunia pendidikan khususnya program studi PPKn.
b. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian yang sejenis
c. Sebagai bahan kajian dan pengayaan ilmu pengetahuan dalam program studi PPKn
2. Niamfaat Praktis
a. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi diri bagi guru mata pelajaran PPKn dalam menggunakan sumber-sumber belajar dalam proses pembelajaran.
b. Bagi institusi diharapkan hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan masukan di dalam upaya penggunaan sumber belajar di sekolah.
c. Bagi peneliti diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sarana dalam mengaplikaslkan pengetahuan yang telah didapat selama mengikuti perkuliahan. E. Ruang Lingkup Penelitian
:. Variabel Penelitian
Variabel adalah gejala-gejala yang menujukkan variasi, baik dalam jenis maupaun dalam tingkatannya. Sutrisno Hadi (1976:224) mengatakan "Variabel adalah semua objek yang menjadi sasaran peneliti, disebut juga gejala yang menvebabkan variasi, baik dalam jenis maupun dalam tingkatannya". Sedangkan Suharsimi Arikunto (2004: 94) mengatakan "Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik sasaran suatu pengamatan dalam penelitian." Sedangkan Suharsimi Arikunto (2004:94) mengatakan "Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik sasaran suatu pengamatan dalam penelitian'". Sejalan dengan itu, Sugiyono (1997:2) menyebutkan variable sebagai "Gejala yang menjadi focus peneliti untuk diamati ",dan Sujana (2004:23) menvatakan '`Variabel secara sederhana dapat diartikan ciri dari individu, objek, gzjala. peristiwa, yang dapat diukur secara kuantitatif ataupun kualitatif'.
Berdasrkan beberapa pengertian mengenai variabel di atas, maka dapatlah penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan variabel adalah gejala yang bervariasi yang menjadi titik sasaran suatu pengamatan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini dipergunakan dua macam variabel yakni:
a. Variabel bebas, yakni pemamfaatan sumber belajar dengan aspek-aspek:
1. Pesan dengan indicator:
a. Ide
b. Fakta
c. Ajaran
d. Nilai
e. Data
2. Orang dengan indikator:
a. Guru
b. Perpustak
c. Narasumber
3. Bahan dengan indikator:
a. Buku tek
b. Modul
. Teknik dengan indicator:
a. Metode bertanya
b. Pembelajaran kelompok
c. Ceramah
d. Diskusi
.Latar dengan indicator:
a. Gedung Sekolah b. Perpustakaan c. Museum
(Sumber : AECT, 1994)
b. Variabel terikat yakni motivasi belajar siswa, dengan aspek-aspek :
1. Motivasi intrinsik
2. Motivasi ekstriksik (Hamzah B. Uno, 2007: 23) 2. Definisi Operasional
Agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda terhadap istilah-istilah yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan pendefenisian secara operasional. Adapun definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Sumber belajar
Sumber belajar di dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai berbagai jenis sumber yang dapat digunakan oleh peserta didik di dalam proses pembelajaran yang telah ditentukan oleh guru. Sumber belajar tersebut dapat berupa pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar.
2. Motivasi belajar
Adapun yang dimaksud dengan motivasi belajar di dalam penelitian ini adalah suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang siswa untuk melakukan kegiatan belajar sehingga ia dapat mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Motivasi belajar itu sendiri atas motivasi instrik dan motivasi ekstrinsik.
F. Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu dugaan yang memukinkan jawaban terhadap problem yang dikemukan Suhardisimi Arikunto (2004:67) menyatakan "hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul".
7
Berdasarkan kedua pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan jawaban tersebut belum tentu benar, dank arenanya perlu dibuktikan atau diuji kebenarannya.
Adapun Hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Hipotesis alternative (Ha)
Terdapat pengaruh pemafaatan sumber belajar terhadap motivasi belajar PPKn Kelas VII SMP N 14 Pontianak
2. Hipotesis nol(Ho)
Tidak terdapat pengaruh pemamfaatan sumber belajar terhadap motivasi belajar PPKn Kelas VII SMP N 14 Pontianak
G. Metode dan Bentuk Penelitian
1. Metode Penelitian
Dalam banyak penelitian metode merupakan suatu hal atau cara yang penting yang dipergunakan seseorang dalam usahanya untuk mencapai tujuan yang diinginkan, karena dengan metode penelitian inilah penelitian akan dapat dilaksanakan secara tepat, cepat, dan akurat. Dalam hubungannya dengan penelitian, maka pengertian metode itu sendiri ada bermacam-macam. Winarno Surachmad (1984:67) mengatakan bahwa metode adalah "Icara utama yang di gunakan untuk mencapai suatu tujuan, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesa dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertantu". Sedangkan Hadari ti awawi (1993 :11) mengatakan bahwa "Metode pada dasarnya berarti cara yang dipergunakan untuk mencpai tujuan".
Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas, maka dapatlah
disimpulkan bahwa metode adalah cara sistematis yang berfungsi sebagai alat
untuk mencapai tujuan tertentu. Berarti untuk mencapai suatu tujuan diperlukan
sejumlah data yang sesuai dengan masalahnya. Agar data yang diperoleh sesuai
dengan masalah yang diteliti diperlukan teknik tertentu. Oleh karena itu setelah
menentukan metode yang akan dipergunakan haruslah dipilih teknik dan alat
pengumpulan data yang tepat, sehingga lebih memungkinkan untuk
memecahakanmasalah penelitian secara obyektif. Untuk itu perlu diketahui dalam
menentukan metode pendekatan haruslah tepat, karena pemilih metode yang
kurang tepat dapat mendatangkan hasil yang tidak memuaskan atau tidak sesuai
dengan hasil yang diharapkan.
Hadari Nawawi (1993 : 13) memberikan alasan bahwa penggunaan metode
vang tepat dalam penelitian akan :
a. Menghindari cara pemecahan masalah dan cara berfikir yang spekulatif dalam mencari kebenaran ilmu, terutama dalam ilmu sosial yang variabelnya sangat dipengaruhi oleh sikap subyektivitas manusia yang menggungkapkan nya.
b. Mennghindari cara pemecahan masalah atau cara kerja yang bersifat trial and error sebagai cara yang tidak menguntungkan bagi perkembangan ilmu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan moderan.
c. Meningkatkan sifat obyektifitas dalam menggali kebenaran pengetahuan, yang tidak saja penting artinya secara teoritis, tetepi dari hasil penelitian di dalam kehidupan manusia.
vlenurut Hadari Nawawi ( 1976 : 8 ), "Ada beberapa metode penelitian yang biasa dipergunakan, yakni metode deskriptif., metode eksperimen, metode historis metode filosofis". Dengan mengacu pada data dan fakta yang tampak di lapangan, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode ini
dimaks udkan untuk memecahkan masalah dengan menggabarkan objek/subjek
sebagaimana adanya pada saat penelitian ini dilakukan. Hadari Nawawi (
1993:15 ) mengemukakan bahwa "Metode deskriftif sebagai prosedur
memecahkan masalah dengan menggabarkan keadaan objek/subjek penelitian (
seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain ) pada saat sekarang berdasarkan
fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya".
Dengan demikian maka metode penelitian deskriptif dapat disimpulkan
sebagai kegiatan yang melputi pengumpulan data dalam rangka menjawab
pertanyaan atau masalah yang menyakut keadaan pada waktu yang sedang berjalandari suatu pokok penelitian.
2. Bentuk Penelitian
Bentuk-bentuk penelitian yang tergolong dalam metode penelitian deskrif
menurut Leiwakabessy adalah:
a. Penelitian survey (Survey studies)
b. Penelitian kasus (Case studies)
c. Penelitian perkembangan (Developmental studies)
d. Penelitian tidak lanjut (Follow-up studies)
e. Penelitian analisis dokumen (Documentary analysis)
f. Penelitian korelasional (Corelational studies)
Dari keenam bentuk peneIitian di atas, maka datam penelitian ini dipergunakan penelitian korelasional sebagai bentuk penelitannya. Hal ini sesuaidengan pernyataan Sugiono (2007:68) yang menyatakan bahwa "Studi korelasional adalah suatu penelitian yang berupaya untuk melihat korelasi (hubungan) antara dua variabel atau lebih".
din Sampel Pc,pulasi
L: ntuk
data vang diperoleh dari objek penelitian. Objek penelian sebagai sumber dii.enal dengan istilah populasi yang dipergunakan dalam suatu penelitian tergantung pada perumusan masalah. Husaini Usman dan R. Purnomo Setiadi Alcbar (2000: 181) menyatakan bahwa "Tujuan diadakannya populasi adalah agar kita dapat menentukan besarnya anggota sample yang diambil dari anggota populasi dan membatasi berlakunya daerah general issasi". Oleh karena itu, perumusan masalah yang bersifat terbatas mengakibatkan jumlah populasi juga bersifat terbatas mengakibatkan jumlah populasi juga bersifat terbatas. Dalam hal ini, Hinkle ( 1988: 8) menyatakan bahwa "A population includes all members of a defined group, a sampel as subset of population". Sedangkan Nana Sudjana (1989: • ) menyatakan bahwa "Populasi adalah totalitas dari semua nilai yang mungkin hasil menghitung maupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif mengenai k-arakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang jelas dan lengkap, yang ingin dipelajari sifat-sifatnya".
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa populasi adalah sekumpulan atau keseluruhan dari kesemua hal-hal yang berhubungan dengan individu yang diharapkan informasinya. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah:
a. Guru pendidikan Sejarah yang mengajar di Kelas VII SMP N 14 Pontianak berjumlah 3 Orang.
memecahkan masalah yang sudah dirumuskan, maka diperlukan
b. Jumlah Siswa Kelass VII SMP N 14 Pontianak
Adapun populasi siswa tersebut tergambar dalam Tabel 1 berikut ini:
Tebel 1 DISTRIBUSI POPULASI PENELITIAN MENURUT KELAS DAN JENIS KELAMIN
| NO , | Kelas | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
| 1 | VII A | 9 | 22 | 31 |
| 2 | VII B | 9 | 22 | 31 |
| 3 | VII C | 21 | 9 | 30 |
| 4 | VII D | 15 | 15 | 30 |
| Jumlah 54 | 68 | 122 | ||
Sumber: Tata Usah Sekolah Menengah Pertama negeri 14 pontianak
=. Sample
Sample adalah sebagian populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian. Hadari Nawawi (1983:62) mengtakan bahwa"Sampel adalh bagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam penelitian". Sementara itu Harun Rasyid ( 2000: 121 ) mengatakan bahwa "sampel adalah perwakilan `ang diambil dari populasi secara representatif dengan teknik tertentu di mana penelitian dilakuakn".
Dari kedua pendapat di atas, maka disimpulkan bahwa sampel adalah
merupakan bagian dari populasi yang akan menjadi sumber data sesungguhnya
yang memenuhi karakteristik populasi dalam penelitian.
Untuk menemukan sampel penelitian, pengabilan sampel berdasarkan
lcriteria tertentu sehingga sampel yang diperoleh benar-benar mewakili populasi
dan memiliki akurasi yang tinggi. Seperti dikemukakan oleh Sugiono ( 1997 : 66 )
't+erikut :
Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan populasi. Jadi bila jumlah populasi 1000 clan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orng tersebut tanpa ada kesalahan, maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. Jika besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil, dan szbaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka semakin besar keselahan generalisasi ( diberlakukan umum ).
Berdasarkan pendapat diatas, berarti semangkin dekat jumlah sample dengan jumlah populasi memungkinkan terhindar dari kesalahan generalisasi data yang diperoleh dari sample. Oleh karena itu sample yang diambil hendaknya menggunakan perhitungan dengan kesalahan 5% sehingga sample yang diperoleh memiliki tingkat kepercayaan 95%. Dasar menentukan jumlah sample yang diambil dari penelitian dari populasi penelitian ini mengacu pada Tabel Kretjie >zbagaiman dikutip oleh Sugiono (1997:67), sehingga dari jumlah populasi 1 22orang maka yang diambil sebagai sumber data sebenarnya (sampel) berjumlah 91 orang. Sedangkan guru PPkn yang berjumlah 1 orang sebagai penelitian sampel yang pengambilan sampel masing-masing kelompok populasi siswa yang tergabung dalam masing-masing kelas dilakukan secara acak sehingga penarikan
sampel menggunakan proportional random sampling. Penarikan sampel secara
radom untuk siswa trersebut dilakukan sebagai berikut:
I. Membuat daftar nama populasi
membuat undian dengan nomor urut dikocok nomor urut yang terpilih dari hasil penarikan undian dijadikan sa mpel penelitian
Secara rinci penyebaran sampel penelitian tergambar dalam Tabe12 berikut ini:
Tabel 2 DISTRIBUSI SAMPEL PENELITIAN MENURUT KELAS DAN JENIS KELAMIN
| \O kelas | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
| | C | ~S | |
| I VII A | , l | 1 l 1 | 21 |
| | | „ V | |
| 2 VII B | ~-- | ~ -- | 21 |
| | _~1 a | | |
| 3 VII C | V . L== _ | 21 | |
| VII D | I | 28 | |
Te6ni1: dan Alat Pengumpulan Data
I. Teknik Pengumpulan Data
Dalam setiap penelitian untuk menjawab permasalahan yang ada dalam
penelitian, maka diperlikukan teknik dan alat pengumpulan data yang tepat.
Menurut Hadari Nawawi (1983:21) mengatakan bahwa ada beberapa teknik
dan alat pengumpuln data yaitu:
a Teknik obserpasi langsung
b. Teknik observasi tidak langsung
c. Teknik komunikasi tidak langsung
d. Teknik pengukuran
e. Teknik documenter
Dan' keseluruhan teknik yang dikemukakan oleh Hadari Nawawi tersebut, tidak semuanya penulis pergunakan dalam penelitian. Penulis hanya menggunakan teknik yang menurut penulis hemat sesuai dengan tujuan penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut, maka teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
a. Teknik Komunikasi Tidak Langsung
ti-lenurut Hadari Nawawi (1991:21),"Teknik komunikasi tidak langsung vaitu cara mengumpulkan data dengan mengadakan hubungan tidak langsung atau dengan perantaraan alat, baik yang sudah tersedia maupun alat khusus yang dibuat untuk keperluan itu". Berdasarkan pendapat tersebut, maka dalam penelitian mengumpulkan data tidak langsung berhubungan dengan sumber data tetapi dengan menggunakan alat sebagai perantara. Adapun alat yang dianggap tepat dalam teknik ini adalah angket sebagai alat pengumpulan data
Angket ini ditujukan kepada siswa yang menjadi sampel penelitian dengan jumlah 91 orang siswa.
b. Teknik Komunikasi Langsung
Menurut Hadari Nawawi (1991:94), "Teknik komunikasi langsung secara langsung dengan sumber data". Berdasrkan pendapat tersebut, maka dalam penelitian ini penelitian mengumpulkan data secara langsung dengan guru Sejarah dengan menggunakan pedoman wawancara.
Alat Pengumpulan Data
Sesuai dengan teknik pengumpulan data yang telah ditetapkan di atas, maka diperlukan alat pengumpul data yang sesuai dengan terknik dan jenis data yang hendak diperoleh. Adapun alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
a. Angket (kuesioner)
Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket. Angket digunakan untuk mengumpulan data dari siswa. Menurut Suhasimi Arikunto (2004:45), "Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dan laporan tentang pribadi atau hal-hal yang diketahuinya'".
Dengan demikian, angket adalah alat yang dibuat peneliti secara tertulis dan disebarkan pada responden. Dalam penelitian ini digunakan angket berstruktur dengan pertanyaan tertutup, yaitu setiap pertanyaan telah disediakan jawaban yang harus dipilih oleh responden sebagai jawaban yang dianggap paling tepat
b. Panduan wawancara
Panduan wawancara yang dipergunakan adalah pedoman wawancara terbuka. Bentuk wawancara seperti ini memungkinkan responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan kondisi yang sebernarnya.
J. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian kuantitartif, perhitungan statistic sangat diperlukan. Menurut Danang Sunyoto (2001:2), statistik adalah merupakan "kumpulan cara atau metode dan aturan-aturan mengenai pengumpulan, pengolahan, penyajian, penganalisaan, serta pegiterpretasian data untuk mengambil keputusan". Sejalan dengan hal itu, Spiegel ( 1981 : 1 ) mengemukakan "statistic is concerned with scientific method for collecting, organizing, summarizing, presenting, and analyazing data, as well as drawing valid conclusions and making reasonable on the basis of such analysis" ( statistic berhubungan dengan metode ilmiah untuk mengumpulkan, mengorganisir, menyimpulkan, menyajikan, dan menganalisis tersebut ).
Dari pendapatan diatas, dapat disimpulkan bahwa statistik adalah cara-cara ilmiah dengan mengumpulkan, menyusun, menyajikan, menganalisis data, menarik kesimpulan-kesimpulan yang benar sebagai acuan dalam membuat keputusan-keputusan.
Rencana pengolahan data adalah dengan menggunakn rumus penghitungan Analisis Regresi dengan menggunakn bantuan Program SPSS Ver. 16.0, sebagaiman pendapat Sugiyana (2006:248), yakni:
-17-
1. Menghitung rata-rata: A _ - (Digunakan untuk menjawab sub masalah 1)
_,.in:a _t;_t:n
-= a + bX (Digunakan untuk menjawab sub masalah 3)
Keteranv-an :
:- _ Subvek variabel terikat yang diproyeksi
Il = Variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk dipredikasikan a= \ilai konstanta harga Yjika X = 0
b = tiilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menujukkan N :iai peningkatan (+) atau nilai penurunan (-) variabel Y
-18-
BAB II
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR A. Sumber Belajar
Pembelajar merupakan suatu merupakan suatu proses yang sistematik yang meliputi banyak komponen. Komponen tersebut antara lain adalah tujuan, bahan pelajaran, metode, alat dan sumber belajar serta evaluasi. Sumber belajar merupakan suatu unsure yang memiliki peran penting dalam menentukan proses belajar agar pembelajaran menjadi efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. Sebuah kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan efesien dalam usaha pencapaian tujuan instruksional jika melibatkan komponen proses belajar secara terencana, sebab sumber belajar sebagai komponen penting dan sangat besar mamfaatnya.
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data. orang, dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar baik secara terpisah mauapun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai l:ompetensi tertentu. Sumber belajar dapat berupa buku-buku rujukan, refensi, atau literature, baik untuk menyusun silabus maupun dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan menampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar (AECT 1994), menuru Dirjen
Dikti (1983:12), sumber belajar adalah segala sesuatu dan dengan nama seseorang mempelajari sesuatu. Degeng (1990:83) menyebutkan sumber belajar mencakup semua sumber yang mungkin dapat dipergunakan oleh si-belajar agar terjadi prilaku belajar. Dalam proses belajar komponen sumber belajar itu mungkin dimanfaatkan secara tunggal atau secara kombinasi, baik sumber berlajar yang direncanakan maupun sumber belajar yang dimanfaatkan.
Sumber belajar yang beraneka ragam disekitar kehidupan peserta didik, baik yang didesaian maupun non desain belum dimamfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Sebagaian besar guru kecendrungan dalam proses pembelajaran dimamfaatkan buku teks clan guru sebagai sumber belajar utama. Ungkapan ini diperkuat oleh Parcepal dan Ellington ( 1984 ), bahwa dari sekian banyaknya sumber belajar hanya buku teks yang banyak dimamfaatkan.hal senada juga diperkuat oleh suatu hasil penelitian para dosen IKIP Semarang mengenai kebutuhan informasi, yang menyatakan bahwa banyak sumber belajar diperpustakaan yang belum dikenal dan belum diketahui penggunannya. Keadaan ini diperparah pemamfaatan buku sebagai sumber belajar juga masih bergantung pada kehadiran guru, kalau guru tidak hadir maka sumber belajar lain termasuk bukupun tidak dapat dimamfaatkan oleh peserta didik. Oleh karena itu kehadiran guru secara fisik mutlak diperlukan, disisi lain sebenarnya banyak sumber belajar disekitar kehidupan peserta didik yang dapat dimamfaatkan untuk pembelajaran, di antaranya siaran televisi, Koran, majalah, maupun internet.
Dari alam sekitar peserta didik dapat dibimbing untuk mempelajari berbagai macam masalah kehidupan. Akan tetapi pemamfaatan alam sekitar
sebagai sumber belajar sangat tergantung pada guru. Usaha pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber helajar ini dipengaruhi oleh kemauan dan kemampuan guru untuk dapat menggunakan sumber alam sekitar dalam sekitar dalam pembelajaran.
Dalam pemamfaatan sumber belajar, guru mempunyai tanggung jawab membantu peserta didik belajar agar belajar lebih mudah, labih lancar, lebih terarah. Oleh sebab itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan khusus yang berhubungan dengan pemamfaatan sumber belajar. Menurut Dirikjen Dikti ( 1983: 38 \-39 ), guru harus mampu :
1. Menggunakan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran seharihari.
2. Mengenalkan dan menyajikan sumber belajar.
3. Menerangkan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran. 4. Menyusun tugas-tugas penggunaan sumber belajar dalam pembelajaran.
Mencari sendiri bahan dari berbagai sumber.
6. Memilih bahan sesuai dengan prinsup dan teori belajar.
7. Menilai keefektifan penggunaan sumber belajar sebagai bagian dari bahan pembelajarannya.
8. Merencanakan kegiatan penggunaan sumber belajar secara efektif Disamping kemampuan diatas, guru perlu :
1. Mengetahui proses komunikasi dalam proses belajar, yang bahannya diperoleh dari teori komunikasi dan psikologi pendidikan.
2. Mengetahui sifat masing-masing sumber belajar, baik secara fisik
maupun sifat-sifat yang ditimbulkan oleh faktor lain yang
mempengaruhi sumberbelajar tersebut.
3. Memperolehnya, yaitu tahu benar dimana lokasi sumber dan
bagaimana cara memberikan pelayanannya.
Kemampuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa
Juru perlu menyadari pentingnya kemampun-kemampuan khusus yang
dikembangkan bila menginginkan proses belajar mencapai sasaran obtimal.
Agar sumber belajar yang ada dapat berfungsi dalam pembelajaran harus
3apat dimamfaatkan dengan sebaik-baiknya. Fungsi sumber belajar menurut
Hanafi (1983:4-6) adalah untuk:
a. meningkatkan produktifitas pendidikan, yaitu dengan jalan (1) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik. (2) Mengurangi beban guru dalam menyajiakn informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah peserta didik.
b. Memberikan kemukinan-kemukinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan: (1) Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional. (2) meemberiakan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan kemampuannya.
c. Memberiakn dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan jalan: (1) Perencanaan program pembelajaran yang dilandasi penelitian.
d. Lebih memantafkan pembelajaran dengan jalan (1) menigkatkan kemampuan manusia dalam penggunaan berbagai media komunikasi (2) penyajian data dan informasi secara lebih konkrit
e. Memukinkan belajar secara seketika, karena (1) Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkret. (2)Memberikan penngetahuan yang bersifat langsung.
f. Menmukinkan penyajian pendidikan yang lebiah luas, terutama dengan adanya media massa, dengan jalan: (1) Pemamfaatann secara bersama lebih luas tenaga atau kejadian yang langka. (2) Penyajian g. informasi yang mampu menembus geografis.
B. Peranan Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran
Sumber belajar mempunyai peran yang sangat erat dengan pembelajaran ~-ang dilakukan, adapun peran tersebut dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Peranan sumber belajar dalam pembelajaran Individual
Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang dimamfaatkan dalam proses belajar. Titik berat pembelajaran individual adalah pada peserta didik, sedang guru mempunyai peranan sebagai penunjang atau fasilitator. Dalam pembelajaran individu terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu :
a. Front line teacning method, dalam pendekatan ini guru berperan menujukkan sumber belajar yaitu perlu dipelajari.
b. Keller Plan, yaitu pendekatan yang menggunakan teknik personalized system of instructional ( PSI ). Pendakatan menekankan pada sistem pembelajaran yang bersifat individual yang ditunjang dengan berbagai sumber berbentuk audio visual yang didesain khusus untuk belajar individusl.
c. Metode proyek, peranan guru cendrung sebagai penasehat disbanding pendidik, sehingga peserta didik lah yang bertanggung jawab dalam memilih, merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan.
-23 -
Sumber belajar hendaknya dirancang berdasarkan prinsip:
a. Dialog, drama, diskusi yang disajikan menarik melalui permainan, kombinasi warna dan suara.
b. Persuasif dan bukan mengagarui atau mendikte
c. Pemilihan sumber belajar yang tepat
d. Bentuk sajiannya singkat, padat, padat, jelas dan menyeluruh
Dalam pembelajaran individual, peranan guru dalam interaksi dengan peserta didik lebih banyak sebagai konsultan, pengelolah belajar, pengarah, pembibing, penerima hasil kemajuan belajar peserta didik. Waktu yang digunakan untuk melaksanakan tugas dalam pembelajaran individual 10 % dari total waktu belajar, oleh sebab itu frekwensi pertemuannya jarang sekali.
=. Perana sumber belajar dalam belajar klasikal
Pola komunikasi dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah l:omunikasi langsung antara guru dengan peserta didik. Hasil belajar sangat tergantung oleh kualitas guru, karena guru merupakan belajar utama. Sumber iain seolah-olah tidak ada peranannya sama sekali, karena frekwensi belajar didominasi interaksinya dengan guru
Pemamfaatan sumber belajar selaian guru sangat selektif dan sangat ketat di bawah petunjuk dan control guru. Di samping itu guru sering memaksakan penggunaan sumber belajar yang kurang relevan dengan cirri-ciri peserta didik dan tujuan belajar, hal ini terjadi karena sumber belajar yang tersedia terbatas. Peranan sumber belajar secara keseluruhan seperti terlihat dalam pola
-24-
komunikasinya selain guru beriakan rendah. Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah. Menurut Percipal and Ellington (1984), bahwa perhatikan yang penuh dalambelajar dengan metode ceramah (attention spannya) makin lama menurun dratis. Mesalnya dalam 50 menit belajar, maka pada awal belajar attention spannya berkisar antara 12-15 menit, kemudian makin mendekati 3khir pembelajaran turun menjadi 3-5 menit.
Peranan sumber belajar dalam belajar kelompok
Pola komunikasi dalam belajar kelompok, menurut Derek Rowntree dalam bukunya education Teknilogi in Curriculum Develelopment (1982), menyajiakan dua pola komunikasi yang secaraumum ditetapkan dalam belajar yaitu pola:
a. Buzz sessions (diskusi singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik untuk didiskusikan singkat sambil jalan. Sumber belajar yang digunakan adalah matreri yang digunakan sebelumnya.
~+. Controlled discussion (diskusi dibawah konrol guru), sumber belajarnya antara lain adalah bab dari suatu buku, materi program audio visual, atau masalah dalam praktek laboratorium.
c. Tutorial adalah belajar dengan guru pembibing, sumber belajarnya adalah masalah yang ditemui dalam belajar, harian, bentuknya dapat bab dari buku, tokpik masalah dan tujuan instruksional tertentu.
d. Team project (tim proyek) adalah suatu pendekatan kerjasama antara anggota kelompok dengan cara mengenai suatu proyek oleh tim.
-25-
e. Simulasi (persentasi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya)
>. Micro teaching (proyek pembelajaran yang direkam dengan video)
g. Self helf group (kelompok swamandiri)
Menurut Association for Education Communications and Teknoloy„ S umber pembelajaran adalah segala sesuatau atau yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan afesiensi tujuan pembelajaran. Sumber pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua bagian,yaitu:
1. Sumber pembelajaran yang sengaja direncanakan (learning resources by desingn), yakni semua sumber belajar yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal
?. Sumber pembelajaran yang karena dimamfaatkan (learning resources by utilization), yakani sumber belajar yang tidak secara khusus didisain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka sumber belajar dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk Eelajar dan menampilkan kompetensinya. Sumber belajar ini menurut AECT ~ 1994), meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar.
-26-
l. Pesan
Pesan adalah ajaran atau informasi yang akan disampaikan oleh komponen belajar lain yang dapat berupa ide, fakta, ajaran, nilai clan data. Dalam sistem persekolahan, maka pesan ini berupa seluruh mata pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan biasa disebut dengan kurikulum.
a. Ide
Dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), ide adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan gagasan atau cita-cita. Ide dalam kajian Filsapat Yunani maupun Filsapat Islam menyakut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat. Misalnya ide tentang sendaok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh di pikiran. Selama ide belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka masih berada di dalam pikiran.
b. Fakta
Fakta adlah keadaan, kejadian, atau peristiwa yang benar dan bias dibuktikan. Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas sesuatau. Fakta adlah sebagai faktor nyata atau suatu realitas yang ada di suatu tempat dan dalam waktu tertentu tentang apa yang kita amati (lihat, dengar, raba, cicip dan cium), realiatas yang kita amati itu bias berupa kejadian, benda symbol sifat dan lain sebagainya. Artinya informasi yang kita peroleh dari sebuah pengamatan. Boleh juga sebagai situasi atau kondisi yang telah terjadi yang diperolaeh dari pengalaman inderawi. Fakta sangat
bersifat objektif. Jenis fakta yang paling sederhana adalah fakta
atomic, yakni fakta paling dasar dan tidak dapat direkduksi. la tidak
dapat dibagi kedalam komponen-komponen, tetapi merupakan
kombinasi dari benda-benda dan objek pengertian. Pada dasar fakta
atomic tidak dapat dipakai untuk membuktikan adanya fakta atomic
lainnya. Atau boleh juga dipakai istilah lain yakni fakta nuklir (inti
atonam) yang tidak mukin diurai lagi.
c. Informasi
Informasi adalah pengetahuan yang didapat kan dari pembelajaran,
pengalaman, atau instruksi. Namun demikian istilah ini memiliki
banyak arti tergantung pada konteksnya, dan rangsangan mental.
Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu
atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses
komunikasi, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan
informasi.
d. Nilai
Secara garis besar nilai dibagi dalam dua kelompok yaiti nilai-nilai
nurani ( values of being) dan nilai-nilai member (values of giving).
Nilai-nilai nurani adalah nilai yang ada dalam diri manusia kemudian
berkembang menjadi perilaku serta cara kita memperlakukan orang
lain. Lebih jauh, Linda sebagaimana dikutip oleh Zaim Elmubrok
(2008: 7) menjelaskan,
Yang termasuk dalam nilai-nilai nurani adalah kejujuran, keberanian, cinta damai, keadalan diri, potensi, kedisiplinan, tahu batas,
kemurnian, dan kesesuaian. Nilai-nilai member adalah nilai yangperlu dipraktikkan atau diberikan yang kemudian akan diterima sebanyak yang diberikkan. Yang termasuk pada kelompok nilai-nilai memberi adalah setia, dapat dipercaya, hormat, cinta kasih sayang, peka, tidak egais, baik hati, ramah, adil, dan murah hati.
Nilai-nilai itu semua diajarkan sebagai pokok bahasan dalam
pembelajaran Pendidikan Sejarah. Jadi, sebenarnya prilaku-prilaku yang diinginkan dan dinanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari generasi muda bangsa ini sudah cukup tertampung dalam pokokpokok bahasan dalam per.didikan nilai yang sekarang berlangsung.
e. Data
Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (data is description of thing and events that we face). Data adalah (event) adlah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis kejadian-kejadian nyata
2. Orang
Orang adalah manusia yang berperan sebagai pencari, penyimpan, pengolah, dan penyaji pesan. Contohnya: guru, dosen, pustakawan, instruktur, widyaiswara, tenaga ahli dan masih banyak lagi, bahkan termasuk siswa sendiri.
a. Guru
Dalam dunia pendidikan, guru merupakan salah satu elemen yang sedapat mungkin ada. Hal ini disebabkan peran guru yang multi-role. Guru berperan sebagai fasitator, edukator, motivator, evaluator, moderator dalam pembelajaran. Hal ini diungkapkan oleh
Muhammad Suwaid (2003: 304) yang menyatakan, "Guru adalah cermin yang dilihat oleh anak sehingga akan membekas di dalam jiwa dan pikiran mereka. Guru adalah juga sumber pengambilan ilmu".
b. Pustakawan
Pustakawan adalah orang yang bertugas mengadministrasikan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan perpustakaan. Karena kemampuannya ini, maka seorang pustakawan dapat menjadi ara sumber dalam pembelajran dalam menunjukkan pada siswa sumbersumber bacaan yang dapat dipergunakan sesuai dengan materi pembelajaran di kelas.
3. Bahan
Bahan merupakan perangkat lunak (software) yang mengandung pesan-pesan belajara yang biasanya disajiakan menggunakan peralatan tertentu. Contonya : buku teks, modul, LKS, dan lain-lain.
a. Buku teks
Pengertian buku teks pembelajaran adalah "buku acuan wajib" yang digunakan di sekolah, memuat materi pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketalcwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan pengauaan ilmu pengetahuan clan teknologi, kepekaan dan kemampuan astensen, maupun potensi fisik.
Buku teks ini biasanya dipilih guru belum mampu mengembangkan bahan ajar senatrl, atau kebijakan sekoalah kebetulan mengharuskan guru untuk memberlakukan satu buku teks bagi siswa-siswanya maka disarankan berikut ini beberapa hal yang patut dipertimbangkan guru atau sekolah terkait bagaimana memilih buku teks, yaitu : (1) harga buku, (2) ketersediaan buku di pasar, (3) desain dan data wajah buku, (4) metologi pembelajaran yang dipakai, (5) keterampilan, (6) urut-urutan sililabus, (7) topic-topik yang dipilih, (8) buku mengandung atau tidak unsure diskriminasi terkait SARA atau jender, dan (9) ketersediaan dan kualitas buku panduan guru (teacher's guide).
b. Modul
Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengepaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya
c. LKS
Lembar Kerja Siswa (student work sheet) adalah lembaranlembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Lembar kerja biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Tugas yang tertuang dalam lebar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya. Lebar kerja siswa ini dibuat untuk seluruh mata pelajaran. Menurut Dirijen Pendidikan Menengah Umum (2004:
4) "Tugas-tugas dalam lembar kerja siswa tidak akan dapat dalam lebar kerja siswa tidak akan dapat dikerjakan oleh siswa baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkaid dengan materi tugas".
Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis. Pemberian LKS ini bermanfaat bagi guru dan siswa,. Mamfaat ini menurut Dirjen Pendidikan Menengah Umum (2008: 4), "Guru akan memiliki bahan ajar yang siap digunakan, sedangkan siswa akan mendapatkan pengalaman belajar mandiri dan belajar memahami tugas tertulis yang dituangkan dalam LKS". Sementara itu, King's College (1990) menyatakan, "penggunaan LKS dalam proses pembelajaran dapat mengaktifkan siswa dan membantu siswa mengembangkan konsef dan memperoleh/ menemukan konsep berdasarkan data yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran".
4. Alat
Alat dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Adapun alat yang lazim dipergunakan sebagai sumber belajar biasanya berupa perangkat keras, seperri OHP, proyektor film, tape recoder, DVD Plyer, pesawat tv, dll. Di antaranya alat-alat tersebut, yang biasanya ada di sekolah adalah OHP dan proyektor film.
a. Overhead proyector
Overhead proyektor menurut Denny Setiawan (2006: 3.4)adlah "salah satu alat yang digunakan untuk memproduksi atau
memproyeksi gambar atau visual yang ada di dalam transparansi flim".
Adapun cara yang dipergunakan adalah dengan meletakan trasparasi di atas permukaan kaca yang yang apabila OHB dimyalakan maka trasparansi tersebut akan terproyeksikan. Kemampuan lensa yang ada di dalam OHB memukinkan pantualan gambar atau tulisan menjadi lebih besar dari aslinya dan tampil dengan cahaya yang cemerlang.
Pada dasarnya,media ini sanagat sederhana dan barangkali harganya palinga murah jika dibandingkan dengan media visual lainnya. Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2005: 96), "Perangkat OHP berbentuk empat persegi panjang dengan bermacam-macam ukuran, yang berisikan lampu, lensa, kipas angin kecil, dan tombol on and off'. Jika diperhatiakan bagian dalam OHP, berisikan bola lampu, switch lampu dan kipas angin kecil. Lampu tersebut digunakan untuk menyoroti bagian atas permukaan kaca, di mana kita meletakan untuk menyoroti bagian atas permukaan kaca, di mana kita meletakkan transparasi atau benda lain yang akan diproyekskan.
b. Proyektor
Proyektor film yang saat ini banyak dipergunakan lebih dikenal denagn sebutan In-frocus. Alat berfungsi untuk mentrasmisikan dan melampirkan gambar, baik gambar diam maupun gambar bergerak
yang berasasl dari perangkat lainnya,seperti computer deskop maupun laptop.
5. Teknik
Teknik sebagai sumber belajar diartikan sebagai prosedur atau langkahlangkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, tata tempat, dan orang untuk menyampaikan pesan. Sebagai sumber belajar, teknik ini dapat berupa simulasi, permainan, studi lapangan, metode bertanya, pembelajran individual, pembelajaran kelompok, ceramah, diskusi.
a. Metode bertanya
Bertanya dalam proses pembelajaran memegang peran yang penting. Pertanyaan merupakan salah satu ransanagan berfikir yang baik untuk membelajarkan siswa. Ahli pendidikan banyak yang mengakui pentingnya bertanya dalam pembelajaran. Di katakana bahwa, pembelajaran dengan satu gambar, serta dengan seribu katakata, dan nilai satu pertanyaan serta dengan seribu gambar. Disamping berguna untuk menilai efektivitas pembelajaran dan efektivitas kemajuan belajar anak. Melalui bertanya, guru dapat melihat apakah pembelajaran yang dilakukannya sudah efektif atau belum. Benar tidaknya jawaban anak atas pertanyaan yang disampaikan guru, dapat digunakan untuk menilai keefetifan pembelajaran. Demikian pula, jawaban anak menetukan indek kemajuan belajar anak.
b. Pembelajaran kelompok
Pembelajaran kelompok sering dikacaukan dengan diskusi kelompok. Inti dari pembelajaran kelompok adalah penyelesaian tugas secara kelompok. Sementara dalam diskusi kelompok, pemecahan masalah melalui tukar pendapat, atau saling mempertahankan pendapat di antara peserta. Di lihat dari prosesnya penyelesaian tugas, dalam pembelajaran kelompok, yang terjadi adlah musyawarah antar anggota untuk memperoleh kesamaan pandang dalam penyelesaian tugas, baik menyakut prosedur kerja maupun hasil kerja. Dimungkinkan sekali dalam penyelesaian tugas, anggota kelompok melakuakan diskusi apabila tugas-tugas yang harus diselesaikan berupa persoalan-persoalan yang mengundang anggota kelompok untuk saling tukar pendapat atau saling mempertahankan pendapat.
Pembelajaran kelompok dapat menyediakan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif, sedangakan dipihak guru, pembelajaran melalui kelompok ini, kegiatan pokok adalah monitoring terhadap proses kelompok dan kemajuan belajran anggota kelompok dilakukan secara intensi£ Di samping itu, pembelajaran secara kelompok, dapat meningkatkan kerja kelompok dan keterampilan sosial anak (Ornstein, 1990:410). Di samping dengan pembelajran klasikal, pembelajaran dengan kelompok kecil
misalnya, memukinkan dinamika anak di kelas lebih leluasa. Urutan pendapat dari individu siswaterhadap kelompoklebih produktif.
c. Ceramah
Menurut Wina B. Sanjaya (2006: 177), "Strategi pembelajaran ceramah adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pembelajaran secara optimal". Sementara itu, Roy Killen (dalam Wina Sanjaya, 2006: 177) menyebut strategi ini dengan istilah "strategi pembelajaran langsung (direct instruction)". Perstilahan yang diberikan oleh Roy Killen ini mengacu pada kenyataan bahwa dalam strategi ini materi pembelajran disampaikan langsung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pembelajaran seakan-akan sudah jadi . berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajara ekspositori adalah suatu strategi di mana guru menyampaikan suatu yang sudah jadi kepada sekelompok siswa.
d. Diskusi
Dewasa ini, diskusi dianggap sebagai suatu fungsi dan prosedur kelas yang demokratis. Menurut Masnur dan Nur Hasanah (1986: 60), "Diskusi adalah suatu kegiatan percakapan antara beberapa orang bersama-sama dengan maksud menyebarkan informasi tentang suatu topik atau masalah, atau untuk mencari jawaban atas suatu masalh
berdasarkan bukti-bukti yang ada". Sedangkan kartini Kartono (2002: 131) mengatakan, "Definisi diskusi berasal dari bahasa Latin, discutere, dicutere, discussum, yang artinya memecahkan dalam berbagai potongan, memperbincangkan keuntungan dan kerugiannya, bertukar pikiran atau berdebat. Jadi, diskusi adalah semacam pembicaraan masalah".
Dari kedua pendapat ai atas, dapat disimpulkan bahwa diskusi adalah tukar menukar informasi, pendapat atau masalah secara bersama-sama yang lebih jelas dan lebih teliti dalam merampungkan keputusan.
6. Latar
Latar adlah lingkungan di mana pesan diterima oleh peserta didik. Latar sebagai sumber belajar misalnya adalah lingkungan fisik seperti gedung sekolah, perpustakaan, pusat sarana belajar, studio, museum, taman, peninggalan sejarah, lingkungan non-fisik, penerangan, sirkulasi udara. Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belaj ar.
Lingkungan yang dapat dimamfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari (1) lingkungan sosial, dan (2) lingkungan fisik (alam). Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk
mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partisipasi dalam memelihara dan melestarikan alam.
Mammfaat lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa siswa ke lingkungan, seperti survey, karyawisata. berkemah, praktek lapangan dan sebagainya.
a. Gedung sekolah
Kata sekolah berasal dari bahasa latin : skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti waktu lung atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anakanak ditengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan mengahbiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adlah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendapingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga member kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran diatas. Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi : mmerupakan bangunan atau lembaga untuk belajar clan mengajar serta tempat menerima dan member pelajaran. Sekolah dipimpin oleh sekolah Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah. Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung
dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain. Ketersediaan sarana dalam suatu sekolah mempunyai peran penting dalam terlaksananya proses pendidikan.
b. Perpustakaan
Perpustakaan merupakan pusat sarana akademiks. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa barang cetakan seperti buku, majalah/jurnal ilmiah, peta, surat kabar, karya-karya tulis berupa monograf yang belum diterbitkan, serta bahan-bahan non-cetakan seperti micro fish, micro-flem, foto-foto, film, kaset audio/video, dan lain-lain. Oleh karena itu, perpustakaan dapat dimamfaatkan oleh pelajar untuk dapat memperoleh informasi dalam berbagai bidang keilmuan baik untuk tujuan akademis maupun untuk rekreasi. Bahanbahan yang ada di perpustakaan yang tersedia biasanya dikelompokkan ke dalam jenis (1) refensi, (2) reseve, dan (3) pinjaman.
Bahan-bahan reverensi biasanya ditata dalam satu ruang khusus merupakan sumber-sumber untuk fakta-fakta tertentu yang sudah baku, misalnya ensiklopedia, kamus, statistic, buku tahuanan, biografi, buku pegagangan, atlas, indeks, dan lain-lain sejenis. Bahan-bahan sumber ini diperlukan banyak orang sehimgga tidak dipinjamkan untuk dibawa keluar perpustakaan. Dengan demikian seseorang yang
memerlukan informasi dari bahan dan buku-buku referensi hanya
diperolehkan membacanyadalam ruang yang telah disediakan.
Bahan-bahan reserve biasanya terdiri dari buku-buku, artikel
artikel, atau hand-outs untuk mata pelajaran tertentu atas permitaan
ru.
Ini dimaksudkan agar semua pelajar yang merngikuti mata
pelajaran itu dapat memperoleh akses terhadap bahan-bahan yang
merupakan bagian dari penyelesaian tugas-tugas yang dibebankan oleh
guru. Dengan jumlah siswa yang banyak, sementara jumlah buku atau
artikel sangat terbatas, bahan-bahan reserve hanya dapat dibaca oleh
seorang siswa antara satu sampai dua jam.
Buku-buku dalam berbagai bidang keilmuan pada umumnya
siap untuk dipinjamkan untuk jangka waktu antara dua minggu sampai
satu bulan kepada pelajar. Untuk memperoleh bahan-bahan yang
diperlukan, pelajar perlu mengetahui sistematika penataan dan
penyimpanan buku-buku pada perpustakaan. Hal ini sejalan dengan
pendapat Mulyani A. Nurhadi (1983: 1) yang menyatakan :
Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan sekolah, yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan oleh siswa dan guru sebagai sumber informasi, dalam rangka menujang program belajar mengajar di sekolah.
c. Museum
Museum adalah instusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan
public, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengkoleksian, mengkorservasi, merised, mengkomunikasi, dan
memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Secara khusus, fungsi museum menurut http :/: xww. digilib.petra adalah :
a. 1vlengzvnpuJkan benda-benda untuk koleksi, merawat, dan mengawetkan ;
b. Membantu metodik dan diaditik dan sekolahdengan cara kerja yang berfaedah pada setiap kunjungan ke musieum ; c. Memamerkan benda-benda koleksi memasyarakatkan ; d. Sarana untuk memamerkan, menyelidiki, dan menerangkan benda-benda koleksi kepada pengunjunb ;
e. Mengumpulkan dart pengamanan warisan alam dan hasil budaya.
C. Motivasi Belajar
Motivasi belajar setiap orang, satu degan yang lainnya, bias jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan.menurut Arden N. Frandsen mengatakan bahwa hal yang mendoraong seseorang untuk belajar antara lain sebagai berikut:
a. Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas
b. Adanya sifat kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju
c. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru, dan teman-teman
d. Adaya keigianan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru
e. Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari pada belajar
Adapun hakikat motivasi pembelajaran adalah dorongan internal dan eksternal. Yang terjadi pada siswa yang sedang belajar untuk mengdakan perubahan tingkah laku yang didukung oleh beberapa indicator motivasi.
Secara umum terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. 1. Nlotivasi internal
Mot<-asi internal merupakan motivasi yang berasl dari dalam diri seseorang. Keprluan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internalnya. Kekuatan ini akan mempengaruhi pikirannya yang selajutnya akan mengarahkan perilaku orang tersebut. Sejalan dengan itu, motivasi internal menurut Iskandar (2009:188) adalah "Daya dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang dinginkan".
Apabila seorang siswa telah memiliki motivasi internal dalam dirinya, maka secara sadar daya dorong seseorang individu sebagai kekuatan untuk melakukan aktivitas belajar yang berhubungan dengan kebutuhan dan kegunaan untuk saat sekarang dan masa mendatang. Jadi motivasi internal merupakan modal utama bagi seorang siswa apabila ingin sukses dan berhasil dalam belajar di kelas, sekolah,
rumah,maupaun social masyarakat. Dalam situs httl):/'wartawaga-.gunadarma.ac.id disebutkan beberapa motivasi internal,vakni:
aj Persepsi seseorang mengenai diri sendiri b) Harga diri
c) Harapan pribadi d j Kebutuhan
e) Keinginan
f) Kepuasan kerja
g) Prestasi kerja yang dihasilakan 2. Motivasi eksternal
Motivasi eksternal menurut Iskandar (2009:189) adalah "daya dorongan dari luar diri seorang siswa, berhubungan dengan kegiatan belajarnya sendiri. Dalam kegiatan pembelajaran, motivasi eksternal dari diri siswa, baik positif maupaun negative, contohnya apabila seorang siswa dapat menjawab pertanyaan guru yang berhubungan dengan materi pembelajaran dengan jawaban sangat memuaskan, maka siswa dapat memperoleh daya dorong yang positif untuk berja keras dan terus mengasah kecerdasannya melalui belajar, sehingga dia berhasil dan berprestasi di kelas maupun di sekolah.
Sebalik nya, jika siswa kurang berhasil data tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru, sehingga dia ditegur,
diberi peringatan oleh guru, teguran dan peringatan itu merupakan motivasi negative. Motivasi negatuf tersebut dapat dijadikan sebagai daya dorong untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahannya.
Adapun model-model motivasi eksternal dalarn kegiatan pembelajaran menurut Winkel sebagaiman dikutip oleh Yamin (2007) adalah sebagai berikut:
a) Belajar demi memenuhi kewajiban
b) Belajar demi menghindari hukuman
c) Belajar demi memperoleh hadiah materi yang dijadikan
d) Belajar demi menegakkan gengsi
ej Belajar demi memperoleh pujian dari orang-orang penting
f) Belajar demi tuntuan jabatan yang dipegang
Sedangkan factor eksternal yang mempengaruhi motivasi seseorang menurut http://watawarga.g~unadarma.ac.id. Antara lain ialah:
a) Jenis dan sifat pekerjaan
b) Kelompok kerja diman seseorang bergabung
c) Organisasi tempat pada umumnya
d) Situasi lingkungan pada umumnya
e) Sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapan.
DAFTAR PUSTAKA
AECT. (1977). Selecting media for Learning. Washington DC: Associatiaon for Education Communication and Tecnology.
Arif Sadiman. S, Raharjo. R,Anung Haryono. (1986). Media Pendidikan. Jakarta: CV.Rajawali.
Arikunto, S (2004).prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Arsyad, A.(2005). Prosedur penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Azwar,S. (1987). Metode penelitian,Bandung: Jemmars.
Barbar B.Seels, Rita C. Richey. (1994). Instructional Technology: The definition and Domanins of the Field. Washington,DC: Associations and Technology.
Danny Setiawan. (2006). Computer dan media pembelajaran. Jakarta : Penerbit Universitas Terbuka.
Departemen Pendidikan dan kebudayaan. (1983). Teknologi Intruksional. Jakarta: Ditjen Dikti, Proyek Pengembangan Istitusi Pendidikan Tinggi. Depdikbud. (1998). Petunjuk khusus pengajaran ilmu social, Jakarta: Ditjendikdasmen.
Depdikbud. (2003). Panduan khusus Kurikulum 2004. Jakarta: Dikdasmen. Depdikbud. (2004). Peanduan khusus Kurikulum 2004. Jakarta: Dikmenum Djamarah, SB (2005). Guru dan Anak Didik dalam Internal Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologi. Jakarta: Rineka Cipta.
